Wisnu Wardhana, Eks Kader Hanura yang ditangkap paksa Kejari Surabaya

Jatimundercover.com – Tertangkapnya Wisnu Wardhana, terpidana kasus penjualan aset PT PWU (Panca Wira Usaha) mengagetkan banyak pihak. Pasalnya, mantan Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014 dari Partai Demokrat itu terkenal licin dari kejaran petugas. Wisnu Wardhana ditangkap setelah ia buron selama tiga minggu.

“Jadi dia memang cerdik, pindah-pindah tempat. Salah satu modusnya adalah menggunakan KTP palsu,” ujar Kajari Surabaya Teguh Hermawan kepada wartawan di Kejari Surabaya, Jalan Sukomanunggal, Rabu (9/1/2019).

Dengan menggunakan KTP palsu, ungkap Teguh, cukup mudah bagi Wisnu untuk berpindah-pindah tempat. Selama buron, petugas dari Kejari Surabaya tak menemukan jejaknya.

Barulah pada Selasa (8/1) malam, petugas mencium keberadaan Wisnu di Surabaya. Informasi keberadaan Wisnu diteruskan pagi harinya saat dijemput anaknya di Stasiun Pasar Turi. Saat itulah petugas percaya bahwa sosok tersebut adalah Wisnu.

“Kami mengintai sejak semalam. Kemudian menemukan titik awal di Stasiun Pasar Turi dan kami buntuti hingga kami hadang di Jalan Kenjeran,” papar Teguh.

Untuk diketahui, Wisnu Wardhana terjerat kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan milik BUMD PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim di Tulungagung dan Kediri pada 2013.

Saat proses pelepasan kedua aset, Wisnu menjabat sebagai Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU dan Kepala Biro Aset. Kasus penjualan aset PT PWU ini sempat mencuat di tingkat Pengadilan Tipikor Surabaya, April 2017 lalu. Saat itu, Wisnu dihukum tiga tahun penjara serta denda Rp 200 juta dan uang pengganti senilai Rp 1,5 miliar.

Lantaran tak puas dengan putusan PN Tipikor, Wisnu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jatim. Wisnu hanya divonis satu tahun penjara saja. Namun Kejati Jatim langsung mengajukan upaya kasasi ke MA, sehingga Wisnu divonis 6 tahun penjara. Namun Wisnu tak menjalani vonis tersebut sehingga statusnya menjadi buron.

Namun, di tengah statusnya yang menjadi buron, Wisnu sempat mendaftarkan diri sebagai calon legislatif. Lewat Partai Hanura, Wisnu terdaftar menjadi bacaleg DPRD Jatim. Wisnu berada di nomor urut satu Dapil Jatim III (Kota-Kabupaten Probolinggo dan Kota-Kabupaten Pasuruan).

Pencalegan Wisnu pun sempat diterima oleh KPU. Wisnu juga dikenal sebagai politikus dengan banyak partai. Sempat menjadi kader Partai Demokrat, Wisnu menyeberang ke Partai Bulan Bintang (PBB). Tak berselang lama, dia pindah ke Hanura.

Rupanya, nasib Wisnu tak selalu mujur. Dia pun dipecat secara tidak hormat oleh Hanura. Pihak Hanura pun telah mengajukan surat kepada KPU untuk mencoret nama Wisnu dari daftar caleg Hanura.

Kini, Wisnu harus puas menjalani hidupnya di balik dinginnya jeruji tahanan setelah tertangkap tadi pagi.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here