Jatimundercover.com – Total 39 juta penduduk Jawa Timur akan merayakan pesta demokrasi dalam proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 yang berlangsung pada 27 Juni mendatang. Dalam pesta demokrasi kali ini, berdasarkan data KPU Jawa Timur, 30,9 juta  penduduk akan menentukan siapa Cagub-Cawagub yang layak memimipin Jawa Timur 2018-2023.

Di Pilgub Jatim 2018 ini, ada hal yang cukup menarik untuk diulas bersama-sama, yaitu terkait dengan partai pengusung pasangan Cagub Jatim nomor 1, Khofifah – Emil Dardak seperti Golkar, PPP, Hanura, Demokrat, PAN dan Nasdem. Partai pengusung Khofifah tersebut tampaknya bermasalah dengan kasus hukum, mulai dari kasus korupsi hingga kasus asusila, becinta dengan waria.

Partai Golkar, partai pengusung Khofifah berlambang pohon beringin ini tersandung kasus korupsi mega Proyek e-KTP yang menyeret mantan Ketua Umumnya, Setya Novanto. Sedangkan Ketua DPD Golkar Jatim, Nyono Suharli Wihandoko terciduk KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) 3 Februari 2018. Nyono terjerat kasus suap terkait perizinan pengurusan jabatan di Pemkab Jombang.

Selain Golkar, kasus yang membuat orang berfikir ulang untuk memilih Khofifah-Emil adalah kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang. Kasus itu menyeret petinggi Partai Demokat sejak tercium KPK tahun 2012. Anas Urbaningrum, Andi Malarangen, Angelina Sondakh dan Nazaruddin sudah mendekam di penjara. Nama-nama tersangka lainnya diprediksi akan terus bertambah seiring dengan ‘nyanyian’ Nazaruddin di KPK. Tak tanggung-tanggung, pasalnya, nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga disebut-sebut oleh Anas.

Tidak hanya kasus korupsi saja, kasus asulisa juga mendera partai pengusung Khofifah. Pengurus DPC PPP Jombang Muhammad Syafii  meninggal dengan kondisi telanjang tanpa busana di kebun tebu Desa Mlirip, Jetis Mojokerto, Jumat (16/3)  setelah bercinta dengan waria. Bedasarkan reka ulang kepolisian, korban meninggal saat adegan oral sex dengan waria yang diketahui berinisial V, asal Jombang.

Perilaku menyimpang terus belanjut, kini giliran kader Partai Nasdem yang ikut mencoreng nama baik partai politik. Mobil Partai NasDem mengalami kecelakaan di jalan Jenderal Soedirman, Banyuwangi Jawa Timur, Kamis Malam (22/3/2018). Kecelakaan disebabkan sopir  dalam kondisi mabuk dan hilang kendali sehingga menabrak pohon. Saksi mata yang ada di lapangan, Rudi Rono mengatakan, mobil bernopol L 8124 GH itu melawan arah dan menabrak dua mobil yang ada di depannya.

Itulah deretan kasus partai pendukung Khofifah-Emil di Pilgub Jawa Timur yang cukup untuk jadikan pembelajaran dalam memilih pemimpin. Karena partai juga berkontribusi besar dalam keberhasilan proses pembangunan suatu daerah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here