Komisioner Panwaslu Kota Surabaya Divisi Hukum dan Penangganan Pelanggaran, Novli Thyssen

Jatimundercover – Cagub Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kampanye terselubung di gedung gereja bersama dengan pengurus Gereja Mawar Sharon Surabaya, Rabu (28/2/2018). Aksi kampanye Khofifah tersebut  diduga melanggar Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilukada.

“Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilukada pasal 69 huruf i secara tegas melarang setiap pasangan calon untuk berkampanye di tempat ibadah. Hasil pengawasan yang kami temukan telah cukup bukti dan akan kami proses secara hukum,” ungkap Komisioner Panwaslu Kota Surabaya Divisi Hukum dan Penangganan Pelanggaran, Novli Thyssen, Kamis (28/2/2018).

Novli berpendapat, pelanggaran yang dilakukan Cagub nomor 1 itu mengarah pada tindakan pidana. Karena itu, pihaknya akan memproses melalui sentral gakkumdu. “Dan kami akan melakukan klarifikasi pemanggilan kepada berbagai pihak yang terlibat dalam acara tersebut untuk dimintai keterangan,” terangnya.

Atas pelanggaran itu, Khofifah terancam sanksi pidana sesuai Pasal 187 ayat 3 UU Pilkada nomor 10 tahun 2016. Ia terancam kurungan paling singkat singkat 1 bulan atau paling lama 6 bulan dan/denda paling sedikit 100.000 atau paling banyak 1.000.000. [OKI]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here