hanya ilustrasi hamil (foto: besmartwoman)

Kediri – Seorang siswi SMA di Kabupaten Kediri, SN (17) tahun hamil, yang membuat orangtua korban kebingungan adalah SN tidak tahu siapa bapak dari janinnya. Ini terjadi akibat SN selama ini menjalin hubungan dengan dua pria sekaligus AI (17) dan AW (21) dan dua pria tersebut pernah tidur dengan SN.

Disaat SN hamil, kedua pria ini menolak mengakui anak didalam kandungan SN. Keadaan ini yang membuat orangtua SN melapor ke Polres Kediri. Tak lama berselang, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kediri mengamankan dua pria tersebut.

Keadaan SN pertama kali terlihat saat orang tua korban, MS (50) yang curiga dengan perubahan bentuk fisik anak perempuannya. Orang tua korban meminta kedua tersangka bertanggung jawab terkait perbuatannya menghamli anaknya.

Tapi  kedua pria ini menolak untuk bertanggungjawab, pihak keluarga sudah melakukan mediasi secara kekeluargaan dengan keluarga pria di balai desa setempat. Namun, kedua tersangka tetap menolak bertanggungjawab,

Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Hanif Fatih Wicaksono mengatakan Karena tidak ada titik temu, akhirnya orang tua SN melaporkan kasus asusila ini ke Unit PPA Polres Kediri. Sesuai hasil pemeriksaan penyidik, kedua tersangka terbukti pernah tidur dengan SN yang masih berstatus di bawah umur.

“Kedua tersangka mengakui telah menyetubuhi korban,” ungkap Hanif, Senin (26/02/2018).

SN dengan kedua pria ini telah melakukan perbuatan ini lebih dari satu kali. Untuk memuaskan nafsunya kedua pria ini mengajak SN tidur untuk melakukan persetubuhan di sebuah tempat kawasan Kabupaten Kediri.

“Korban sempat berpacaran dengan dua tersangka,” jelasnya.

Kajadian  persetubuhan di bawah umur ini bermula ketika korban berpacaran dengan tersangka AI, hubungan keduanya ini kelewatan batas hingga melakukan hubungan badan layaknya suami istri. Di tengah perjalanan akibatpertengkaran AL dan SN mengakhiri hubungan keduanya.

Setelah berakhirnya hubungan AL dan SN, SN berpacaran dengan AW selama tujuh bulan, mereka juga melakukan perbuatan hubungan intim, dan akhirnya kandas pula hubungan mereka berdua. Selang beberapa saat SN terlibat Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) berpacaran dengan tersangka AI, dihubungan CLBK ini SN dan AL juga melakukan persetubuhan.

“Kedua tersangka kami tahan karena terbukti melakukan persetubuhan terhadap korban di bawah umur, saat terjadi asusila korban masih berusia 16 tahun dan 17 tahun. Tersangka tidak ada yang mau tanggung jawab, korban berpacaran dengan dua tersangka secara bergantian,” terangnya.

Meski tersangka AI masih berusia 17 pihaknya akan tetap melakukan penahanan. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman hukumanya penjara tujuh tahun keatas.

“Tersangka AI tetap dilakukan penahanan karena hukuman pidana di atas tujuh tahun,” tandasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here