Khofifah Indar Parawansa

Mojokerto, jatimundercover.com – Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, diduga memanfaatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan mengelabuhi rakyat miskin untuk mendulang suara rakyat dalam Pilgub Jawa Timur 2018. Dugaan tersebut semakin terendus dan semakin kuat setelah Khofifah yang notabenya sebagai mantan menteri sosial tersebut tampak menghadiri acara PKH di salah satu hotel  kawasan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Adanya pemberitaan kehadiran Khofifah dalam acara PKH yang diposting dalam laman facebook beritajatim.com sontak membuat netizen geram dengan tingkah laku Cagub Jatim itu. Akun bernama Faceboook Dwi Andika menulis dalam kolom komentar mempertanyakan etika politik Khofifah. “Etika politiknya kemana ini? walau ditepis bagaimanapun, pasti orang berfikirnya PKH itu dijadikan alat untuk meraup suara dukungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, aku bernama Zainul Hasan juga mempertanyakan terkait dengan politik santun yang digembar-gemborkan Khofifah. “Katanya mau mengedepankan politik santun, kok sudah begini cara mainnya? bukan rahasia lagi, grup wa PKH isinya kampanye khofifah,” katanya.

Apa yang disampaikan oleh Hasan tersebut tampaknya juga telah dirasakan oleh Eko Susanto. “konco-konco yo akeh seng rasan-rasan, seng sek tas ketrimo dadi PKH jarene langsung dimintai komitmen untuk dukung bu khofifal di pilgub jatim. lah ternyata saiki wes terang terang teko nang acarae PKH (teman-teman PKH ya banyak yang berbicara, yang baru keterima PKH katanya langsung dimintai komitmen untuk dukung bu Khofifah di Pilgub Jatim. Ternyata sekarang sudah terang terangan datang di acaranya PKH),” tulis Eko Susanto dalam akun facebooknya.

Sementara itu, Putri Sujatmico menyayangkan langkah yang diambil oleh Khofifah dengan memanfaatkan rakyat miskin untuk mencari suara. “Ini sangat tidak elok dalam etika politik. menggunakan program PKH, memanfaatkan pendamping PKH dan rakyat miskin untuk mencari suara. padahal kalau ditelusuri, PKH itu bukan karya Khofifah, tapi karya menterinya SBY 2007 silam,” tulisnya di kolom komentar akun facebook beritajatim.com/ beritajatimnews.

Sampai saat ini, banyak netizen menyayangkan langkah Khofifah dengan menggunakan pendamping PKH dan mengelabuhi rakyat miskin untuk mencari suara di Pilgub Jatim.[tc]

7 COMMENTS

  1. menurut saya sudah tidak tabu hal seperti keterpihakan. tapi tabunya kepada orang orang awam, yang ia tidak mengetahui perihal unsur politik yg ada didalamyan. kalo saya sendiri kecewa dari ketidak tabuan tersebut, cara merakyat emang banyak, tapi kembali lagi, kita merakyat untuk rakyat atau melaratkan rakyat dalam pembodohan” politik praktis. dalam kanca pendidikan saja kita sudah diajarkan tentang etika dan moral, bahkan kita diperkenalkan bahwasannya negara kita adalah negara demokrasi, seharusnya kita memahami sekaligus menerapkan demokrasi yang benar, bukan malah membenarkan yang salah.

  2. sejatinya saat kampanye bolehlah menggandeng gerakan massa seperti ini, tapi tolong lah jangan sampai terlihat mendoktrin agar semua orang mendukung dan memilih ibu. kan asas bebas masih berlaku:)

  3. Tidak seharusnya kita menggap ini sebagai salah satu cara minta dukungan karena kita tidak tau apa yang terjadi sebenarnya dilapangan, kalau benar adanya seperti pernyataan diatas tentang bu khofifah minta dukungan seharusnya itu tidak dilakukan karena kita masih tinggal di Negara demokrasi yang menjunjung hak – hak untuk setiap masyarakat memilih gubernur yang mereka anggap layak.

  4. jika benar adanya seharusnya jangan menggunakan hal seperti ini untuk minta dukungan, dimohon jangan memaksa hak pilih rakyat.

  5. Walahhh jd ajang kampanye teraelubung dong ini. Bu Koffifah gimana sih ya ini. Move on bu… kan harusnya kemarin ga usah mundur dr mensos. Gmn sih yaaa. Memang tetap Gus Ipul deh yg terbaik bisa menjadi pemimpin Jatim.

  6. wah sudah terendus bau gabener ini, saya trauma sama mantan mentri yang jadi gubernur. saya ga mau jatim saya jadi macem ibu kota.

  7. Sebenarnya alasan ibu jadi gubernur apa ?? padahal enak jadi menteri dan kekuasaan menteri bukanya lebih banyak serta luas kenapa masih mau mencalonkan jadi gubernur ??

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here