Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disaksikan Ketua DPD PD Jatim Soekarwo menyerahkan map yang diduga kuat berisi lembar rekomendasi pasangan Khofifah-Emil Dardak

Jatimundercover.com – Janji Khofifah Indar Parawansa akan mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Menteri Sosial kepada Presiden Joko Widodo setelah dukungan dari partai politik pendukung diberikan secara resmi. Ternyata hanya isapan jempol belaka.

Dahulu, Khofifah pernah berkelakar bahwa dirinya tidak akan melapor kepada presiden sebelum proses administrasi dari partai politik tersebut rampung.

“Nanti lah kalau sudah ada fix tertulis hitam di atas putih pasti saya akan melapor kepada Presiden,” kata Khofifah saat di DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (11/10/2017). Seperti dikutip di tribunnews.com.

Sebelumnya, Selasa (22/11/17) Duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak secara resmi telah menjadi bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pilgub Jatim 2018 dari Partai Demokrat (PD). Khofifah-Emil bersama Ketua DPD PD Jatim Soekarwo dan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu di perpustakaan kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Padahal, Juru Bicara Presiden Johan Budi menegaskan, seorang menteri harus melepaskan jabatannya jika ingin maju bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) baik pilgub ataupun pilbup/pilwali.

“Kalau dia sudah resmi mencalonkan diri, ya, tidak bisa merangkap jadi menteri,” kata Johan saat ditemui di Istana Bogor, Selasa (21/11).

Johan menegaskasn bahwa pencalonan seorang menteri di ajang pemilihan umum kerap disampaikan menteri yang bersangkutan secara lisan kepada Jokowi. Namun berbeda Khofifah. Menurut Johan, hingga kini Kghofifah belum memberikan surat pengunduran diri baik kepada Presiden maupun Menteri Sekretaris Negara. (aim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here