Haruna Madura United: Kriminalisasi yang Sangat Luar Biasa

0
260
konferensi pers haruna manajer madura united

JatimUndercover – Bhayangkara FC kokoh di puncak klasemen Liga 1 setelah menumbangkan Madura United 3-1 di Stadion Bangkalan Madura, Rabu (8/11/2017). Berdasarkan statistik, Bhayangkara FC otomatis mengunci juara setelah mengoleksi 68 poin dan masih memiliki sisa satu pertandingan.

Tetapi dalam pertandingan ini masih menyisakan kontroversi, tim Madura United sering disebut MU merasa ada yang ganjal dalam pertandingan tersebut. Tim Madura United merasa mendapat tekanan di sebelum pertandingan dengan mendapatkan surat bahwa pertandingan tidak bisa dilangsungkan.

“Kita menerima pencabutan rekomendasi dari Polres Bangkalan. Tiba-tiba ada seseorang yang tidak perlu saya sebutkan namanya, ingin memberikan jaminan kalau Madura ini mau di ajak negosiasi, maka semua akan bisa dilaksanakan dengan baik,” ungkap Haruna Sumitro manajer Madura United.

Dalam pertandingan itu pula MU merasa kepemimpinan wasit seakan tidak adil, MU mendapat tiga kartu merah yang dinilai itu kurang tepat oleh official tim. Dari official tim MU merasa sliding tackle dan benturan-benturan dilapangan yang dilakukan pemain MU masih dalam batas wajar, sedangkan apabila tim Bhayangkara seakan-akan dibiyarkan oleh wasit.

“kriminalisasi yang sangat luar biasa dengan berbagai macam alat, apakah itu instrumen ijin, intelegen, rekomendasi, bahkan yang lebih tragis hari ini adalah instrumen wasit asing. Bagaimana ceritanya dalam satu pertandingan ada tiga kartu merah, yang membuat situasi tidak kondusif di lapangan, saya tidak perlu bicara bagaimana kualitas wasit asing anda tau semua orang bisa menilai,” pungkas Haruna.(BM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here